Berdasarkan perhitungan tersebut, realisasi belanja daerah hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp21 triliun. Gubernur menilai capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai rencana dan tetap efisien.
"Artinya dari Rp31 triliun, sudah dibelanjakan Rp21 triliun. Jadi bisa disimpulkan, belanja daerah kita berjalan normal dan sesuai rencana," tegas Dedi.
Alokasi Penggunaan Dana Kas Daerah Jabar
Dedi Mulyadi menambahkan, dana kas senilai Rp2,6 triliun yang masih tersisa akan segera disalurkan untuk memenuhi berbagai kewajiban pemerintah daerah. Alokasi dananya akan digunakan untuk:
- Pembayaran proyek infrastruktur
- Gaji pegawai
- Biaya utilitas publik (listrik dan air)
"Dana Rp2,6 triliun itu bukan dibiarkan diam, tapi akan segera dibayarkan kepada kontraktor-kontraktor yang membangun sekolah, jalan, irigasi, hingga jaringan listrik. Semua dilakukan bertahap agar transparan dan akuntabel," pungkasnya.
Dengan penjelasan ini, Pemprov Jabar ingin menyampaikan bahwa tidak ada dana yang mangkrak atau mengendap di bank. Semua dana dialokasikan secara bertahap dan terencana untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Barat.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo: Pratikno Diganti, Sinyal Lepas dari Geng Solo dan Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK
Reshuffle Kabinet Prabowo 2025: Nama Kandidat Baru & Isu Rotasi Menteri Terkini
Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi untuk Bongkar Kasus Korupsi Pertamina Rp 285 Triliun