Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung mengenai pengembangan jaringan kereta cepat di Indonesia. Tidak hanya sampai Surabaya, Prabowo menginginkan kereta cepat mencapai Banyuwangi. "Saya minta tidak hanya Surabaya, Banyuwangi. Surabaya itu jalan dulu," tegasnya.
Perintah ini diberikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Fokus Pembangunan Kereta di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera
Prabowo menekankan pentingnya pembangunan kereta api di tiga pulau besar: Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Proyek ini difokuskan sebagai angkutan logistik untuk mendukung sektor pertanian dan perdagangan.
"Hasil bumi kita di pedalaman dibawa ke pelabuhan. Sawit, karet, kopi, timah, tambang nikel banyak sekali. Daripada pakai truk banyak, jalan rusak, kereta api listrik akan sangat menurunkan biaya ekonomi," jelas Prabowo.
Presiden meminta agar Menko IPK AHY dan Menhub Dudy Purwagandhi segera merealisasikan rencana ini. "Di luar Jawa saya minta Menko segera merencanakan dan Menhub. Sulawesi, Kalimantan, Sumatera," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya