Proyek ini dinilai mengabaikan aspek keberlanjutan ekologis. Pembukaan lahan skala besar di area yang tidak cocok berisiko menyebabkan kerusakan ekosistem, degradasi tanah, dan konflik sosial dengan masyarakat lokal. Kerugian lingkungan ini berdampak jangka panjang.
3. Menurunnya Kepercayaan Publik
Pelaksanaan proyek strategis dengan pola anggaran yang tidak transparan dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Publik mempertanyakan apakah program ini benar-benar untuk kepentingan rakyat atau sekadar proyek ambisius yang minim evaluasi.
4. Tantangan Pengawasan dan Audit
Penggunaan anggaran lintas tahun berpotensi menyulitkan pengawasan oleh lembaga audit seperti BPK. Penelusuran aliran dana dan penilaian kesesuaian perencanaan menjadi lebih rumit, membuka celah risiko hukum dan administrasi di masa depan.
Alternatif Penguatan Ketahanan Pangan
Pengamat ekonomi menilai, alih-alih memaksakan proyek besar dengan pola anggaran yang bermasalah, pemerintah seharusnya fokus pada penguatan sektor pertanian rakyat. Dukungan langsung kepada petani, perbaikan irigasi, dan stabilisasi harga dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.
Kontroversi lumbung pangan ini menjadi pengingat bahwa proyek strategis harus dibangun dengan perencanaan matang, transparansi anggaran, dan evaluasi berkelanjutan. Tanpa itu, program besar berisiko meninggalkan kerugian multidimensi bagi negara.
Artikel Terkait
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak Ngojek, Dedi Mulyadi Syok
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Ancaman Nuklir & Balasan ke AS Memanas
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus, Pelaku Kekerasan Dihukum