Data dari pemerintah setempat sedikit berbeda. Elfi Nila Hartanti, Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang, menyebutkan dari empat anak, hanya satu yang masih bersekolah. Perbedaan data ini menjadi perhatian untuk pendataan yang lebih akurat.
Bantuan Mulai Berdatangan
Kondisi Sudrajat akhirnya menarik perhatian berbagai pihak. Bantuan tidak hanya datang dari warga dan pemerintah desa, tetapi juga dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bantuan berupa sembako dan material disalurkan oleh perangkat wilayah, termasuk perwakilan Dinas Sosial.
Elfi menegaskan komitmen untuk membantu anak-anak Sudrajat agar dapat kembali mengenyam pendidikan. "Kami akan bantu mereka mengenyam kembali pendidikan sesuai perintah presiden. Ini menjadi PR kita untuk lebih memperhatikan masyarakat sekitar," ujarnya.
Selain itu, bantuan juga datang dari Polres Bogor dan tim dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Sudrajat saat ini sedang dibawa oleh tim KDM untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Kisah Sudrajat menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya perhatian dan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, terutama dalam hal tempat tinggal yang layak dan akses pendidikan bagi anak-anak.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?
Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Viral Tuding Penjual Es Gabus Pakai Spons