SBY menegaskan bahwa meski berdoa penting, namun tidak cukup untuk mencegah bencana. Ia mengutip pernyataan Edmund Burke dan Albert Einstein bahwa kehancuran dunia sering terjadi karena orang-orang baik membiarkan kejahatan terjadi.
"Jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia," tegas SBY. Ia mendorong seluruh bangsa di dunia untuk mengambil tindakan nyata sebelum terlambat.
Usulan Mendesak: Sidang Umum PBB Darurat
Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Umum darurat (Emergency UN General Assembly). Pertemuan yang menghadirkan para pemimpin dunia ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah pencegahan krisis global, termasuk potensi Perang Dunia III.
"Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran," ujar SBY. Ia meyakini bahwa jika ada kemauan politik yang kuat, maka jalan perdamaian masih mungkin ditempuh.
Reaksi dan Eskalasi Terkini: Deklarasi Paris dan Peringatan Rusia
Kekhawatiran SBY semakin relevan melihat perkembangan terkini. Ditandatanganinya "Deklarasi Paris" oleh Prancis, Inggris, dan Ukraina yang berencana mendirikan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata, memicu reaksi keras dari sekutu Rusia.
Viktor Medvedchuk, politikus pro-Kremlin, menyebut deklarasi tersebut sebagai provokasi yang dapat "membawa dunia ke perang dunia ketiga". Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga terus mengkritik keterlibatan Barat di Ukraina.
Sementara itu, peran NATO dalam konflik Rusia-Ukraina tetap menjadi faktor kunci. Ekspansi NATO ke Eropa Timur yang dianggap Rusia sebagai ancaman, serta keinginan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi tersebut, menjadi akar ketegangan yang belum terselesaikan.
Seruan SBY ini menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dan diplomasi intensif di tengah memanasnya situasi global, dimana konflik-konflik regional berpotensi menyulut konflik yang jauh lebih besar dan menghancurkan.
Artikel Terkait
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Termasuk Gus Yaqut: Membiarkan Itu Haram
Partai Gema Bangsa & Gerakan Rakyat: Analisis 2 Parpol Baru 2026 dan Dampaknya Menuju Pemilu 2029
Kekayaan Dahnil Anzar Simanjuntak: Rp27,89 Miliar & 7 Mobil, Viral Naik KRL
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan