Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Lubis: Analisis Intrik Politik Menuju 2029
Pasca pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, yang berakhir dengan terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), kasus ini dinilai telah melampaui sekadar penegakan hukum. Isu ini kini dilihat sebagai bagian dari manuver politik yang lebih besar.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyatakan bahwa pertemuan tersebut diduga bukan sekadar obrolan santai atau undangan biasa. Menurutnya, nuansa intrik politik masih sangat kental mewarnai dinamika ini.
Efriza juga mengomentari berbagai isu yang beredar pasca pertemuan, termasuk tudingan mengenai adanya tawaran proyek bernilai triliunan rupiah hingga perjalanan ke luar negeri. Ia menilai bahwa kemungkinan terjadinya suatu kompromi dalam pertemuan itu sangatlah besar.
Lebih jauh, Efriza yang juga merupakan magister ilmu komunikasi politik Universitas Nasional (Unas) meyakini bahwa penyelesaian kasus Eggi Sudjana dan Damai Lubis ini bisa menjadi langkah awal untuk meloloskan kepentingan politik keluarga Jokowi pada Pemilu 2029 mendatang.
"Alasannya, nama Jokowi masih sangat kuat di telinga publik. Nilai jualnya bahkan masih tinggi, meskipun dirinya pernah didepak dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)," pungkas Efriza.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo: Kronologi OTT Kasus Perangkat Desa Terbaru
OTT KPK: Walikota Madiun Maidi Diamankan, Uang Ratusan Juta Disita
SBY Usul Sidang Darurat PBB Cegah Perang Dunia III, Ini Analisis & Ancaman Nuklir
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Target Jadi Partai Politik 2026