SBY Ungkap Kekhawatiran Perang Dunia III, Situasi Global Dinilai Mirip Jelang PD I & II
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyuarakan peringatan serius mengenai potensi pecahnya Perang Dunia III. Mantan Presiden yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2025-2030 ini menyatakan bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini memiliki banyak kemiripan dengan kondisi menjelang terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Pernyataan dan Analisis SBY di Media Sosial
Kekhawatiran tersebut disampaikan SBY melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter), @SBYudhoyono, pada Senin (19/1/2026). Dalam cuitannya, SBY mengaku telah memantau perkembangan global selama tiga tahun terakhir dengan rasa cemas.
"Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir," tulisnya. Ia menambahkan bahwa ruang dan waktu untuk mencegah prahara besar tersebut semakin sempit.
SBY memaparkan beberapa kesamaan situasi saat ini dengan masa sebelum kedua perang dunia, seperti munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang berseberangan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran, serta tensi geopolitik yang memanas.
Pemicu Ketegangan Global yang Diidentifikasi
SBY menyoroti sejumlah titik panas yang berpotensi memicu konflik global yang lebih luas, antara lain:
- Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026.
- Rencana Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland dan ancaman tarif dagang terkait hal tersebut.
- Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama lima tahun.
- Uji coba rudal balistik terbaru oleh Korea Utara yang jatuh di dekat ZEE Jepang.
- Eskalasi ketegangan di Selat Taiwan dengan peningkatan aktivitas militer China.
- Krisis nuklir Iran yang terus mendapat tekanan dari Israel dan AS.
- Perang saudara di Sudan yang mengakibatkan kejahatan kemanusiaan dan pengungsian massal.
Artikel Terkait
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Termasuk Gus Yaqut: Membiarkan Itu Haram
Partai Gema Bangsa & Gerakan Rakyat: Analisis 2 Parpol Baru 2026 dan Dampaknya Menuju Pemilu 2029
Kekayaan Dahnil Anzar Simanjuntak: Rp27,89 Miliar & 7 Mobil, Viral Naik KRL
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan