Peta Politik Indonesia: 78 Parpol dengan Hanya 8 yang Lolos ke Parlemen
Kelahiran dua partai baru ini terjadi dalam konteks yang ironis. Berdasarkan data Ditjen AHU Kemenkumham per September 2024, Indonesia telah memiliki 76 partai politik terdaftar. Dengan tambahan dua partai baru ini, jumlahnya menjadi 78 parpol.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 18 partai yang mengikuti Pemilu 2024, dan hanya 8 partai yang berhasil lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Fakta ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas dan keberlanjutan partai-partai baru di tengah persaingan yang sangat ketat.
Menuju Pemilu 2029: Dua Jalan dan Strategi Berbeda
Kedua partai baru ini tampaknya telah memiliki peta jalan yang berbeda menuju Pemilu 2029:
- Partai Gema Bangsa fokus pada pembangunan struktur dan menjawab kegelisahan rakyat, dengan dukungan jelas ke Prabowo Subianto.
- Partai Gerakan Rakyat memanfaatkan jalur gerakan sosial yang telah dibangun, dengan target utama mendorong Anies Baswedan ke kursi kepresidenan.
Dinamika ini memperkaya sekaligus mempertanyakan arah demokrasi Indonesia. Di satu sisi, kebebasan mendirikan partai adalah indikator demokrasi yang sehat. Di sisi lain, proliferasi partai tanpa disertai dengan kinerja nyata di parlemen dapat memunculkan kebisingan politik yang justru mengaburkan substansi perbaikan bangsa.
Lahirnya Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat di awal 2026 menjadi penanda bahwa peta politik Indonesia untuk Pemilu 2029 telah mulai digambar. Masyarakat akan menyaksikan apakah kedua partai baru ini hanya akan menjadi tambahan dalam "katalog partai", atau benar-benar mampu menjadi alternatif baru yang signifikan dan memenangkan kepercayaan di tengah hingar-bingar 78 partai politik.
Rosadi Jamani adalah Ketua Satupena Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Termasuk Gus Yaqut: Membiarkan Itu Haram
SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB
Kekayaan Dahnil Anzar Simanjuntak: Rp27,89 Miliar & 7 Mobil, Viral Naik KRL
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan