Seorang netizen mengkritik dengan singkat: "Main bola sama anak-anak pun dia melanggar aturan."
Komentar lain lebih panjang dan menghubungkan sikap di lapangan dengan konteks yang lebih luas: "Kalau sudah karakter susah diubah. Kelihatan orangnya ga bs terima kekalahan. Bukannya bapaknya jg demikian? Ga pernah mau dianggap kalah, makanya sampai apapun dilakukan biar selalu menang."
Pentingnya Sportivitas dan Contoh bagi Generasi Muda
Banyak komentar menekankan aspek nilai dan keteladanan seorang pemimpin. Seperti yang diungkapkan seorang pengguna media sosial: "Karakter yg melekat dr seseorang muncul kapan pun. Apalagi ini di lingkungan generasi muda yg harusnya jadi panutan. Olahraga ini perlu sportivitas tinggi lebih penting drpd sekedar cetak skor abal2."
Kritik tajam lainnya menyoroti tentang keadilan dan sistem: "Nah ini contoh pemimpin yg nyitrain dirinya merakyat tapi curang dan sistem nya dibikin ga fair..kl salah ya dihukum dong, contoh kecil yg menjijikan."
Insiden ini menunjukkan bagaimana tindakan sederhana seorang figur publik, terutama dalam momen yang tampak informal seperti bermain dengan anak-anak, dapat menjadi bahan analisis dan penilaian publik terhadap integritas dan konsistensi karakter.
Artikel Terkait
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Klaim Diskriminasi Polda Metro Jaya dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Dua Alasannya
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump, Minta Tes DNA: Fakta dan Kronologi
Bangkai Pesawat ATR 42 Hancur di Gunung Bulusaraung: Evakuasi 10 Korban Dilakukan