Geger! Korupsi Tambang dan Sawit Indonesia Rugikan Negara Rp186,48 Triliun
Sebuah temuan mengejutkan diungkap oleh Profesor Ekonomi Politik asal London, Michael Buehler. Ia membongkar praktik korupsi sistematis di sektor ekspor batu bara dan kelapa sawit Indonesia yang telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp186,48 triliun.
Modus Korupsi: Manipulasi Faktur dan Under Invoicing
Dalam tulisannya di platform Medium, Buehler menyoroti modus operandi utama yang marak digunakan, yaitu pemalsuan faktur perdagangan (trade misinvoicing). Praktik ini dilakukan dengan cara memanipulasi nilai, volume, atau jenis barang pada dokumen kepabeanan. Tujuannya agar uang dapat berpindah melintasi perbatasan, sementara kewajiban pajak, bea, dan royalti tidak dibayarkan secara utuh kepada negara.
Analisis yang dilakukan dengan membandingkan data ekspor Indonesia dengan data impor negara mitra menunjukkan selisih yang sangat besar. Kerugian terbesar berasal dari komoditas batu bara, dengan perkiraan US$19,64 miliar dialihkan keluar negeri melalui ekspor berfaktur rendah, dan potensi kerugian pajak sekitar US$5,32 miliar.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Betrayal Personality dalam Sejarah Indonesia
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Dampak & Analisis Geopolitik 2026
Target Nol Keracunan MBG 2026 BGN: Kontroversi Garansi Allah & Analisis Lengkap
Donald Trump Tolak Hukum Internasional: Hanya Ikuti Moralitas Pribadi dan Ambisi Greenland