Guru-guru dan siswa lain segera melakukan evakuasi. Beberapa berusaha menarik temannya dari kolong mobil, bahkan ada yang mencoba mengangkat bodi mobil meski usaha tersebut tidak berhasil. Sementara itu, guru lain berusaha menenangkan rekan yang emosi terhadap pengendara.
Orang tua murid yang kebetulan masih berada di lokasi juga berkerumun, berusaha memastikan keselamatan anak-anak mereka. Mobil ambulans kemudian berdatangan untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.
Penyelidikan Berlangsung, Jumlah Korban Belum Diketahui
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun kepolisian mengenai jumlah pasti siswa yang menjadi korban dalam kecelakaan sekolah ini. Kronologi kejadian juga masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Erick Frendriz, mengonfirmasi bahwa timnya sedang menuju dan mengolah TKP untuk mendapatkan klarifikasi lengkap atas insiden kecelakaan yang melibatkan siswa SD ini.
Kejadian ini menyisakan duka dan menjadi peringatan keras mengenai pentingnya keamanan dan kewaspadaan di lingkungan sekolah, bahkan di area yang dianggap aman seperti lapangan.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?