Raja Juli Siap Dievaluasi, Jawab Desakan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Aceh dan Sumatera
GELORA.ME — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan kesiapannya untuk dievaluasi secara menyeluruh. Pernyataan ini disampaikan menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah sorotan publik terhadap penanganan bencana hidrometeorologi ini, Raja Juli menyebut kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan ekspresi ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Kementerian Kehutanan.
Fokus pada Mitigasi dan Penanganan Bencana
Usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Raja Juli menuturkan bahwa fokus utamanya tetap pada upaya mitigasi dan percepatan penanganan dampak bencana. "Tanggung jawab saya hanya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa," ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.
Ia menambahkan bahwa setiap masukan dari publik akan dijadikan bahan refleksi dan perbaikan untuk kinerja kementeriannya ke depan.
Jawaban atas Desakan Mundur
Sorotan terhadap kementeriannya kian mencuat seiring meluasnya dampak banjir dan longsor. Menanggapi desakan agar dirinya mundur dari jabatan, Raja Juli menyebut hal itu merupakan bagian wajar dari kritik politik.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?