Polemik PBNU Memanas: Gus Faris Fuad Hasyim Ungkap Akar Konflik Sebenarnya adalah Pengelolaan Tambang
GELORA.ME – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin dalam. Setelah aksi saling mencopot jabatan antara Rais Aam dan Ketua Umum, seorang ulama karismatik NU turut menyuarakan kekecewaannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet, KH Faris Fuad Hasyim atau yang akrab disapa Gus Faris, mengaku sangat kecewa dengan kondisi yang terjadi.
"Jujur, wallahi, billahi, saya sangat kecewa sekali," ungkap putra mantan Rais Syuriah PBNU KH Fuad Hasyim ini dalam sebuah ceramah yang viral, Kamis (4/12/2025).
Gus Faris: Kesalahan Kolektif, Bukan Hanya Satu Pihak
Menurut Gus Faris, kerusakan di tubuh PBNU saat ini adalah kesalahan kolektif seluruh pimpinan. Ia menilai solusi pemecatan tidak boleh hanya menyasar satu orang.
"Seharusnya yang harus dicopot bukan hanya ketua umum PBNU saja, tapi Rais Aam-nya juga harus dicopot dan sekjennya Gus Ipul juga harus dicopot," tegasnya.
Masalah Dimulai dari Mardani Maming dan Kasus Korupsi
Gus Faris mengurai bahwa periode kepemimpinan KH Miftahul Ahyar, Gus Yahya Cholil Staquf, dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) diwarnai banyak masalah. Puncak awal masalah adalah penunjukan Mardani H Maming sebagai Bendahara Umum PBNU.
"Baru beberapa saat menjabat, PBNU diguncang prahara hebat karena baru pertama dalam sejarah, ada pengurus inti aktif PBNU yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," ujarnya.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?