"Ini adalah panggilan untuk kembali ke khittah NU, menekankan pentingnya persatuan," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa islah tidak boleh membatalkan keputusan Syuriyah secara sepihak, melainkan harus diwadahi melalui jalur konstitusional, dengan mengedepankan sikap legowo dari semua pihak.
Penyebab Krisis Menurut Presidium Penyelamat Organisasi
Presidium Penyelamat Organisasi untuk Percepatan Muktamar dan MLB NU menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis yang terjadi. Mereka menyimpulkan bahwa krisis ini merupakan akumulasi dari tata kelola jam'iyyah yang telah melenceng, termasuk isu transparansi keuangan, arogansi struktural, dan infiltrasi kepentingan asing.
"Kami menyimpulkan krisis PBNU saat ini adalah kesalahan kolektif kepemimpinan PBNU yang telah kehilangan Ruhul Khidmah (jiwa pengabdian)," jelas pernyataan mereka.
Jalan Keluar yang Direkomendasikan
Presidium menghargai langkah Syuriyah yang akan menyelenggarakan Rapat Pleno untuk menunjuk Penjabat Ketua Umum. Tugas utama adalah mempersiapkan Muktamar ke-35 NU yang diusulkan digelar awal 2026.
Jika Rapat Pleno tidak berhasil, rekomendasi yang diajukan adalah melibatkan seluruh pemilik mandat (PWNU, PCNU, PCINU) untuk secara resmi meminta percepatan Muktamar atau Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai bentuk penyelesaian islah yang konstitusional.
Seluruh warga NU diajak untuk menjaga ukhuwah nahdliyah, menjunjung tinggi etika bermedia, dan memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT agar ditemukan jalan keluar terbaik.
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen Usai Lakukan Pelanggaran Tangan Saat Main Bola di Wamena
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump, Minta Tes DNA: Fakta dan Kronologi
Bangkai Pesawat ATR 42 Hancur di Gunung Bulusaraung: Evakuasi 10 Korban Dilakukan
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?