Kementan Pastikan Stabilitas Harga dan Perlindungan Petani
Arief menegaskan bahwa impor beras khusus ini tidak akan mempengaruhi pasar beras medium domestik dan tidak menekan harga gabah petani. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran segmen industri tertentu, sambil tetap memprioritaskan stabilitas pangan nasional.
"Segmen industri harus berjalan, tetapi stabilitas pangan dan perlindungan petani tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Produksi Dalam Negeri Surplus, Pasokan Aman
Di sisi lain, Kementan memastikan bahwa produksi beras dalam negeri dalam kondisi aman dan surplus. Berdasarkan data BPS, produksi beras tahun ini diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras medium nasional.
"Bersyukur tahun ini kebutuhan beras medium kita aman dari tangan petani dalam negeri dan sudah surplus. Produksi kita mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk impor beras medium. Petani tetap menjadi prioritas utama," lanjut Arief.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa impor yang terjadi tidak mengurangi pencapaian swasembada beras medium, tetapi ditujukan untuk memenuhi permintaan niche market dan bahan baku industri yang tidak bisa diproduksi lokal.
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen Usai Lakukan Pelanggaran Tangan Saat Main Bola di Wamena
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump, Minta Tes DNA: Fakta dan Kronologi
Bangkai Pesawat ATR 42 Hancur di Gunung Bulusaraung: Evakuasi 10 Korban Dilakukan
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?