Setelah penobatan, dilaksanakan kirab raja mengelilingi kota Solo dengan rute meliputi Sasana Sumewa, Alun-alun Lor, Gladag, Telkom, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Perempatan Gemblegan, Kusumasari (Nonongan), kembali ke Gladag, Alun-alun, dan berakhir di Pagelaran.
Dalam kirab ini, Raja Pakubuwono XIV menggunakan Kereta Garuda Kencana yang secara tradisional dikhususkan untuk raja yang berkuasa.
Harapan untuk Masa Depan Keraton Solo
GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, putri tertua PB XIII yang juga panitia acara, menyatakan rasa syukur atas kelancaran prosesi penobatan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah sesuai dengan paugeran (aturan tradisi) yang berlaku.
Dalam sabdanya, Raja Pakubuwono XIV berjanji untuk membawa Keraton Solo menuju perkembangan yang lebih baik dengan melibatkan seluruh kerabat. Raja juga menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penobatan Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV ini menandai babak baru dalam sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat dan diharapkan dapat membawa kemajuan bagi institusi kerajaan serta masyarakat Solo pada umumnya.
Artikel Terkait
Somasi ke Budhius M Piliang: Isu Ijazah Jokowi & Keterkaitan SBY Dibongkar
Presiden Prabowo Tegaskan Peran Pejabat di Lokasi Bencana: Tugas & Kritik
SBY dan Megawati Siap Jalur Hukum Atas Isu Ijazah Jokowi, Ini Kata Demokrat & PDIP
Penerimaan Pajak 2025 Meleset, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sulit Tidur