Kesiapan Pengajar dan Anggaran Dipertanyakan
Implementasi kurikulum bahasa Portugis juga memunculkan pertanyaan mendasar mengenai kesiapan sumber daya. Bonnie mempertanyakan ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten dan kesiapan anggaran pendukung. Menurutnya, kedua aspek ini perlu menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan dilaksanakan.
Rekomendasi Bahasa yang Lebih Strategis
Sebagai alternatif, Bonnie merekomendasikan pemerintah untuk memprioritaskan penguatan pengajaran bahasa Inggris dan Mandarin. Kedua bahasa ini dinilai memiliki nilai strategis yang lebih tinggi dalam konteks global dan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi siswa Indonesia di masa depan.
Latar Belakang Wacana Bahasa Portugis
Wacana pengajaran bahasa Portugis di Indonesia pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama bilateral antara Indonesia dan Brasil, yang diwujudkan melalui rencana integrasi bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan nasional.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?