Pemprov DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor. Kerja sama ini mencakup bidang kebudayaan, ekonomi, pelayanan publik, termasuk pelatihan sistem digital JAKI.
Pramono Anung yang telah tiga kali berkunjung ke Tanah Toraja mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya Toraja. "Setiap kali ke sana, saya selalu merasakan suasana kekeluargaan dan kedamaian yang luar biasa. Keistimewaan masyarakat Toraja adalah di mana pun mereka berada, mereka tetap menjunjung tinggi nilai keluarga dan budaya," kenangnya.
Gubernur berharap kegiatan 'Sitammu Mali' dapat menjadi wadah bagi komunitas Toraja di Jakarta untuk terus berkontribusi dan mengembangkan potensi daerah asal. Acara ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pelepas rindu terhadap kampung halaman bagi warga Toraja di ibu kota.
"Saya yakin dengan semangat kolaborasi, kita dapat menjaga kemajuan dan keberlanjutan bangsa bersama. Semoga momentum ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara Toraja dan Jakarta," pungkas Pramono Anung.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?