Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa analisa awal Satgas Ops Damai Cartenz mengarah pada pelaku yang merupakan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo. Tindakan ini diduga dilakukan untuk meningkatkan eksistensi kelompok serta memicu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tidak kondusif di Yahukimo.
“Kami mengecam keras aksi penyerangan terhadap warga sipil ini. Dari hasil penyelidikan sementara, kuat dugaan pelaku memiliki keterkaitan dengan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo yang berupaya menebar ketakutan di tengah masyarakat,” ujar Faizal, Kamis (23/10/2025).
Kondisi Korban dan Upaya Evakuasi
Korban, Ambotang, menderita luka robek di beberapa bagian tubuh, yaitu pada leher kiri, siku kiri, dan rusuk kiri akibat sabetan senjata tajam. Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan dari Polres Yahukimo. Korban berhasil dievakuasi ke UGD RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Meskipun korban sudah dalam keadaan sadar, namun kondisinya masih mengalami syok berat sehingga belum dapat memberikan keterangan detail kepada pihak berwajib.
Komitmen Aparat Keamanan
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan komitmen aparat untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi kelompok atau individu yang ingin mengganggu stabilitas keamanan di Yahukimo.
“Kami akan memperkuat patroli dan pengawasan di sejumlah titik strategis. Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan. Kami pastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” tegas Adarma.
Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh aparat gabungan untuk mengungkap identitas pelaku serta jaringan di balik serangan keji terhadap warga sipil ini.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan