Meski menolak untuk melapor, Mahfud menyatakan kesiapannya untuk dipanggil KPK guna dimintai keterangan. Ia bersedia menunjukkan siaran Nusantara TV yang menjadi sumber informasinya dan menyarankan KPK untuk memanggil pihak stasiun televisi serta kedua analis tersebut untuk dimintai penjelasan lebih lanjut.
Imbauan Resmi dari KPK
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengimbau Mahfud MD atau masyarakat mana pun yang mengetahui informasi awal tindak pidana korupsi untuk menyampaikan laporan resmi melalui saluran pengaduan. Hal ini, menurut Budi, akan mempermudah proses telaah dan verifikasi oleh KPK agar lebih presisi sebelum menentukan apakah suatu laporan memenuhi unsur dugaan korupsi.
Dugaan Mark Up Tiga Kali Lipat
Dugaan mark up ini bermula dari pernyataan Mahfud MD dalam podcastnya yang menyebutkan bahwa biaya proyek Whoosh di Indonesia membengkak menjadi 52 juta dolar AS per kilometer, padahal di China biayanya hanya sekitar 17-18 juta dolar AS per kilometer. Hal ini menunjukkan kenaikan biaya yang hampir tiga kali lipat.
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?