Purbaya menyimpulkan bahwa dukungan dana baru hanya akan diberikan jika INA menunjukkan kebutuhan ekspansi yang nyata dan konkret di sektor riil, bukan sekadar untuk memperbesar portofolio obligasi.
Usulan Awal Luhut: Potensi INA Capai Rp 1.000 Triliun
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi besar INA sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk menarik investasi asing. Dia mengusulkan agar pemerintah menyuntikkan dana Rp 50 triliun per tahun ke INA. Menurut perhitungan Luhut, dengan strategi leverage yang tepat, dana tersebut berpotensi berkembang menjadi Rp 1.000 triliun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Artikel Terkait
Felix Siauw Kritik Prabowo Tandatangani Board of Peace: Ini Kezaliman Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya: Kronologi & Analisis Ahli Kasus Ijazah Jokowi
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah