Program Pembinaan Tetap Berjalan
Meski berada dalam sel isolasi, program pembinaan tidak akan berhenti. Kegiatan keagamaan dan pengembangan kepribadian tetap dilakukan dengan cara yang disesuaikan. "Kegiatan keagamaan dilakukan di ruang mereka masing-masing. Setiap hari mereka diberikan waktu sekitar satu jam untuk keluar sel, misalnya untuk berolahraga ringan atau berangin-angin," kata Rika.
Pendampingan dan Asesmen Berkala
Selama di dalam sel, Ammar Zoni akan mendapat pendampingan dari konsultan pembinaan yang memantau kondisi serta perilakunya secara berkala. Nasib Ammar selanjutnya akan ditentukan melalui proses asesmen setiap enam bulan sekali.
"Kalau hasil asesmen menunjukkan perubahan perilaku yang baik, maka bisa dilakukan penurunan level pengamanan. Namun, bila belum menunjukkan perubahan, mereka tetap ditempatkan di sel super maksimum," tegas Rika.
Ia menekankan bahwa penempatan di sel isolasi ini bukan semata untuk hukuman, melainkan bagian dari strategi pembinaan terukur bagi narapidana berisiko tinggi. "Prinsipnya, keamanan dan pembinaan berjalan seimbang. Kami berharap melalui sistem ini, mereka bisa berubah menjadi lebih baik."
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB
Partai Gema Bangsa & Gerakan Rakyat: Analisis 2 Parpol Baru 2026 dan Dampaknya Menuju Pemilu 2029
Kekayaan Dahnil Anzar Simanjuntak: Rp27,89 Miliar & 7 Mobil, Viral Naik KRL
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan