KRONOLOGI Mencekam Penyerbuan Rumah Uya Kuya: Menit Per Menit Pagar Dijebol Hingga Harta Dijarah!

- Minggu, 31 Agustus 2025 | 02:50 WIB
KRONOLOGI Mencekam Penyerbuan Rumah Uya Kuya: Menit Per Menit Pagar Dijebol Hingga Harta Dijarah!




GELORA.ME - Sabtu (30/8/2025) malam menjadi catatan kelam bagi demokrasi dan keamanan pribadi pejabat publik di Indonesia. 


Setelah Eko Patrio, kini giliran rumah anggota DPR RI Surya Utama (Uya Kuya) yang menjadi sasaran.


Berikut adalah kronologi menit per menit dari penyerbuan brutal yang terjadi di Pondok Bambu, Jakarta Timur.


Pukul 22.00 WIB: Massa Mulai Menggeruduk


Semua berawal sekitar pukul 10 malam. Puluhan orang yang belum teridentifikasi asal-usulnya mulai berkumpul di depan kediaman Uya Kuya.


Suasana tegang, namun satu hal yang paling mencolok sejak awal tidak ada satu pun aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.


Kekosongan ini menjadi pemicu keberanian massa untuk melangkah lebih jauh.


"BREAKING: Salah satu kediaman Uya Kuya mulai didatangi massa pada Sabtu (30/8) malam ini sekitar pukul 22:00 WIB..." tulis akun Instagram @infojawabarat, menjadi salah satu sumber pertama yang melaporkan insiden ini.


Detik-detik Penjebolan Pagar


Tak butuh waktu lama bagi massa untuk bertindak. 


Dengan teriakan provokatif, mereka mulai menggoyang dan menjebol pagar rumah bercat putih tersebut. Video amatir merekam dengan jelas momen chaos ini.


β€œMasukin-masukin, bongkar-bongkar!” teriak massa berulang kali, seolah menjadi komando untuk merangsek masuk.


Pagar yang kokoh akhirnya roboh di bawah kekuatan kolektif massa. Gerbang menuju ruang privat seorang wakil rakyat kini terbuka lebar untuk diinvasi.


Gelombang Pertama: Perusakan dan Penjarahan Lantai Bawah


Begitu berhasil masuk, amuk massa tak terbendung. Gelombang pertama langsung menyasar bagian depan rumah. 


Beberapa kaca jendela dipecahkan, menjadi penanda dimulainya aksi perusakan.


Setelah itu, penjarahan dimulai. Massa dengan leluasa masuk dan mulai mengangkut barang-barang dari lantai dasar. Suasana di dalam rumah digambarkan sangat kacau.


Eskalasi ke Lantai Dua


Merasa tidak ada perlawanan dan tanpa kehadiran aparat, massa semakin beringas. Mereka bergerak naik ke lantai dua, melanjutkan aksi penjarahan di area yang lebih pribadi.


Semua barang berharga yang bisa dijangkau dilaporkan diangkut, menunjukkan bahwa aksi ini bukan lagi sekadar perusakan, melainkan penjarahan murni.


Beruntung, Uya Kuya dan keluarganya dikabarkan sudah tidak berada di rumah saat insiden mengerikan ini terjadi.


Setelah aksi fisik berakhir, pertempuran opini dimulai di media sosial. Video penjarahan ini viral dengan cepat. Namun, respons publik terbelah.


Di antara kecaman, muncul suara-suara sinis dari netizen yang seolah membenarkan tindakan anarkis tersebut, menjadi cerminan frustrasi yang mendalam.


"Dari Rakyat Untuk Rakyat," tulis seorang netizen.


"Betapa bangga nya orang tua uya kuya melihat masyarakat berkunjung kerumah anak nya," timpal yang lain.


πŸ‘‡πŸ‘‡


[DOC]



Sumber: Suara

Komentar