Majikan memberinya izin untuk pergi berbelanja dan bahkan menghibur diri di waktu senggangnya.
Kebijakan ini sungguh langka di dunia TKW, di mana kebebasan seringkali menjadi barang mewah.
Ini bukan hanya pekerjaan untuk mencari nafkah, tetapi juga sebuah perjalanan hidup yang penuh hikmah.
Gaji yang ia terima tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi juga mencapai angka dua digit, suatu pencapaian luar biasa untuk seorang TKW.
Keberhasilannya tidak hanya tercermin dari pencapaiannya secara finansial, tetapi juga dari cara ia memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Namun, di balik kesuksesannya, terdapat pula kisah pilu dari rekan-rekan sesama TKW yang kurang beruntung.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hops.id
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?