“Yang kedua, kesepakatan pentingnya diajarkannya bahasa Tiongkok atau bahasa China, ini saya yakin punya maksud politik yang cukup misterius,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dengan masuknya bahasa Mandarin ke dalam kurikulum pendidikan harus diwaspadai dengan betul-betul.
“Andai kata nanti politik ekonomi bahkan Han-kam kita sudah dikuasai China berkat politik Jokowi maka seperti Rusia yang melakukan rusifikasi etnik-etnik,” lanjutnya.
Menurut Amien, pemaksaan penggunaan bahasa Mandarin di Indonesia itu disebut sebagai upaya untuk Chinaisasi.
“Ini kekhawatiran yang real, bukan mengada-ada,” tutupnya.
Kunjungan Jokowi ke Negeri Tirai Bambu itu ternyata banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak seperti dari akademisi Rocky Gerung.
Bahkan saking kerasnya kritik itu Rocky Gerung menjadi bulan-bulanan seluruh Indonesia karena diduga melakukan penghinaan. (*)
Sumber: kilat
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?