"Sorenya ketika jumpa pak SBY dgn berapi-api kami ngomong “pak, mohon izin kenapa foto yg ada wajah Moeldoko itu tidak diturunkan saja, diganti dgn yg lain biar wajahnya tidak ada di Museum ini, penghianat dia itu pak dst" ceritanya kala bertemu SBY.
Tapi SBY memberikan respon tak terduga. Ia enggan menurunkannya.
"Beliau kemudian menjawab kami dgn tenang, lebih kurang: “sudah gak apa-apa, kan memang dia bagian dari pemerintahan saya.
Saya yg mengangkatnya jadi KASAD dan Panglima. Ini kan Museum terkait sejarah perjalanan pemerintahan itu, kan tidak mungkin wajah dia sama sekali tidak ada di Museum ini.
Sejarah itu ya tetap sejarah tidak boleh kita hapuskan apapun kondisinya. Biarlah yang dia lakukan skrg menerima balasnya sendiri nanti. Termasuk tentu yg dia lakukan skrg ini sejarah yang juga harus kalian ingat selaku kaderkan dst. Akhirnya kami semua diam," ungkapnya.
"Dan sampai sekarang di Museum pak SBY di Pacitan, lebih kurang saya melihat ada 2 foto Moeldoko terpasang diposisi yg sangat terhormat," imbuhnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya