GELORA.ME - Pernyataan kontroversi Panji Gumilang terkait Al-Quran bukan kalamullah, menjadi atensi khusus Ketua Pengurus Besa Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Moh. Mukri.
Mukri menilai penyataan pimpinan pondok pesantren Al Zaytun Indramayu itu bertentangan dengan ajaran Islam.
Katanya, pendapat yang disampakikan Panji Gumilang di depan santrinya jauh dari pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Padahal, selama ini mayoritas umat Islam di Indonesia kental dengan paham keagamaan Aswaja.
Mukri menegaskan, anggapan Panji Gumilang terkait Al-Quran bukan kalamullah jelas sangat meresahkan dan jauh dari keilmuan.
“Pernyataan tersebut jelas meresahkan dan jauh dari sanad atau keilmuan yang diyakini oleh umat Islam yang menganut paham Ahlusunnah wal Jamaah,” jelas Mukri, dilansir dari NU Online.
Rektor Universitas NU Blitar Jawa Timur itu mengimbau kepada uma Islam dan warga NU agar berpegangan teguh di atas ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, masifnya perkembangan zaman dan teknologi saat ini dapat mempengaruhi paham keagamaan seseorang.
Pasalnya, dengan sarana teknologi banyak sekali penyampaian-penyampaian terkait ilmu agama yang tersebar di media sosial dengan mudahnya.
Artikel Terkait
Anggaran Rp51 Triliun Rehabilitasi Bencana Sumatera: Realistis atau Potensi Korupsi?
Viral Gimah Minta Semeru Dipindah: Kisah Trauma di Balik Celoteh Lucu Warga Lumajang
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Sinyal Trading Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran