“Semoga pemilu tahun ini tetap dengan proporsional terbuka,” tulis akun twitter @pall.
Tidak hanya di media sosial Twitter, hal ini juga ramai dibicarakan warganet di media sosial Youtube. Berikut komentar warganet:
“Hakim MK tidak melihat keadaan dan situasi, dulu karena proses demokrasi yang buruk sehingga terjadi negara keos atau amburadul maka diperlukan pemilihan secara terbuka. Nah kalau ini mau dikembalikan seperti dulu lagi, wah Hakim MK-nya yang tidak peka terhadap situasi sekarang, maka akan terjadi kehancuran negara,” tulis akun Muhammad Alwie.
“Kalau sistem tertutup, maka rakyat akan malas memilih,” sambung akun Iml Phone 2.
Sementara itu, data narasi warganet yang pro proporsional tertutup memperlihatkan, sebanyak 48 persen percakapan menyebut sistem proporsional tertutup dapat meningkatkan kualitas kaderisasi.
Lalu, 32 persen percakapan mengatakan sistem proporsional tertutup memudahkan masyarakat memilih dan 20 persen percakapan mengatakan sistem proporsional terbuka akan menghemat APBN.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Langsung Ancaman Serangan AS
Felix Siauw Kritik Prabowo Tandatangani Board of Peace: Ini Kezaliman Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya: Kronologi & Analisis Ahli Kasus Ijazah Jokowi
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir