Namun, informasi yang berbeda muncul dalam video lanjutan yang diunggah di YouTube UGM pada 28 November 2025, atau sekitar tiga bulan setelah video pertama.
Dalam video bertajuk "Penegasan Rektor UGM tentang Ijazah Joko Widodo", Prof Ova Emilia menyebutkan tanggal kelulusan yang berbeda. Dari yang semula 5 November 1985, berubah menjadi 23 Oktober 1985.
"Joko Widodo lulus program sarjana pada tanggal 23 Oktober 1985 dengan Indeks Prestasi di atas 2,5 yang memang merupakan indeks prestasi minimal. Joko Widodo telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan," tegas Prof Ova dalam penegasan tersebut.
Penegasan UGM: Tanggung Jawab Institusi, Bukan Pembelaan
Di akhir video penegasan, Prof Ova Emilia menyampaikan bahwa klarifikasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban UGM sebagai institusi pendidikan, dan bukan untuk membela pihak manapun.
"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional," tutup Rektor UGM.
Perbedaan dua pernyataan resmi dari pimpinan tertinggi UGM ini tentu mengundang pertanyaan publik mengenai konsistensi data dan kejelasan informasi status kelulusan mantan presiden ketujuh Indonesia tersebut.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo: Pratikno Diganti, Sinyal Lepas dari Geng Solo dan Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK
Reshuffle Kabinet Prabowo 2025: Nama Kandidat Baru & Isu Rotasi Menteri Terkini
Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi untuk Bongkar Kasus Korupsi Pertamina Rp 285 Triliun