Iwan Sumule mengajak berkaca pada insiden keamanan di Venezuela. Menurutnya, mudahnya Istana Nicolas Maduro diterobos terjadi karena tidak adanya komando nasional yang terpusat. Situasi ini menciptakan fragmentasi dalam sistem keamanan dan kelambanan respons pasukan.
"Kalau Polri di bawah Presiden, maka marwah komando bisa kuat. Polri juga dapat merespons dinamika stabilitas keamanan dengan lebih gesit tanpa hambatan birokrasi," jelasnya.
Harapan Prodem: Surat Menjadi Rujukan Kebijakan Presiden Prabowo
Prodem berharap surat mereka menjadi bahan pertimbangan utama Presiden Prabowo Subianto. Iwan Sumule menyatakan kekhawatirannya agar Presiden tidak terjebak dalam narasi kelompok-kelompok yang mengklaim diri prodemokrasi, namun memiliki agenda terselubung untuk mendegradasi kewibawaan kepresidenan.
"Kita harus lawan pihak-pihak yang seolah prodemokrasi tapi sebenarnya ingin menjebak Presiden. Mereka cuma ingin preteli wibawa Presiden," tegas Iwan.
Dia menutup dengan menegaskan bahwa mempertahankan posisi Polri saat ini adalah bentuk penghormatan pada amanah reformasi 1998. Langkah ini dianggap tepat untuk mewujudkan Kepolisian yang profesional, netral, dan terbebas dari pengaruh politik praktis.
Artikel Terkait
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Dicecar DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya
Ahok Desak Jaksa Periksa Erick Thohir & Jokowi Soal Korupsi Minyak Mentah Pertamina
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka