Bupati Bekasi Ade Kuswara Ditangkap KPK, PDIP Sindir Elite Mencla-Mencle

- Senin, 22 Desember 2025 | 14:50 WIB
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ditangkap KPK, PDIP Sindir Elite Mencla-Mencle
Nasib Bupati Bekasi Ade Kuswara: Sentilan PDIP Soal Elite yang Mencla-Mencle

Nasib Bupati Bekasi Ade Kuswara: Sentilan PDIP Soal Elite yang Mencla-Mencle

Penetapan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka oleh KPK menjadi pelajaran pahit bagi elite politik daerah. Kasus ini memicu kritik pedas dari internal partainya sendiri mengenai bahaya bermain dua kaki di kancah kekuasaan nasional.

Sentilan Keras dari Internal PDIP

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif, Deddy Sitorus, secara terbuka menyoroti kasus ini. Melalui akun Instagramnya, Deddy memberikan peringatan keras.

"Makanya jangan pecicilan, tegak lurus jangan mencla-mencle! Jadinya kena masalah kan?" ujar Deddy Sitorus, Senin, 22 Desember 2025.

Sentilan tersebut disertai unggahan foto yang menarik. Satu foto menunjukkan kedekatan Ade Kuswara dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dua foto lain menampilkan momen keakraban Ade dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di mana mereka terlihat tertawa lepas dengan gaya berpakaian serupa.

Ketua DPC PDIP yang Terjerat OTT KPK

Ade Kuswara Kunang sendiri baru saja dikukuhkan sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi pada Konfercab VI, 8 Desember 2025. Namun, nasib malang menimpanya hanya sepuluh hari setelah terpilih.

Ia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyelidiki dugaan suap dan praktik "ijon proyek" di lingkungan Pemkab Bekasi. Dari OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang dan akhirnya menetapkan tiga tersangka, termasuk Ade Kuswara, ayahnya H. Kunang, dan seorang pengusaha bernama H. Sarjan.

Analisis: Tamparan bagi Politik Dua Kaki

Kasus ini menyoroti kerapuhan posisi elite daerah yang mencoba menjalin hubungan dengan berbagai poros kekuasaan secara bersamaan. Sentilan dari petinggi partai seperti Deddy Sitorus mengindikasikan adanya ketidaksenangan terhadap perilaku yang dianggap tidak loyal dan berisiko tinggi.

Kejatuhan Ade Kuswara ke dalam jerat hukum KPK menjadi pengingat bahwa konsistensi dan integritas dalam berpolitik tetap menjadi hal krusial, di tengah dinamika dan pusaran kekuasaan yang kompleks.

Editor: Intan Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar