Rocky Gerung lebih lanjut menyoroti peran Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurutnya, menteri tersebut layak mendapat teguran karena dinilai gagal dalam upaya mitigasi bencana.
"Beberapa menteri harusnya sudah tidak lagi terlihat di media massa akibat kegagalan mereka mengelola, memitigasi, atau bahkan mempermainkan isu bencana... dalam urusan bencana kemarin, harusnya dia sudah ditegur atau menegur diri sendiri bahwa ada yang gagal dia prestasikan selama menjadi menteri," jelas Rocky.
Bencana Alam atau Bencana Antropogenik?
Akademisi yang dikenal kritis ini menegaskan bahwa bencana yang terjadi lebih merupakan bencana akibat ulah manusia (antropogenik) ketimbang murni bencana alam.
"Bencana itu adalah ukurannya bukan sekadar soal jumlah korban... Tapi kecepatan untuk memahami bahwa bencana itu adalah bencana manusia. Bencana itu adalah kesepakatan kita untuk menangani secara kemanusiaan," pungkas Rocky Gerung.
Analisis ini menyoroti pentingnya evaluasi kebijakan pengelolaan hutan dan lingkungan hidup yang lebih serius serta peran negara yang proaktif dalam pencegahan bencana ekologis di masa depan.
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice