Polemik Ijazah Jokowi: Pelajaran Penting untuk Reformasi Regulasi Pemilu di Indonesia
Polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan nasional. Pengamat politik menilai kisruh ini harus menjadi momentum koreksi untuk memperbaiki sistem verifikasi calon pejabat publik di Indonesia.
Pakar Politik Soroti Perlunya Reformasi Syarat Pencalonan
Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia, menegaskan bahwa polemik ijazah Jokowi harus menjadi pelajaran berharga bagi negara. Menurutnya, negara harus menutup celah yang memungkinkan terulangnya polemik serupa di masa depan.
"Ijazah asli mesti jadi syarat wajib untuk nyapres, nyaleg, dan pilkada. Jangan hanya mengandalkan foto copy dan legalisir saja," tegas Adi dalam pernyataannya kepada RMOL, Selasa, 18 November 2025.
Verifikasi Langsung oleh Kampus Diperlukan
Adi Prayitno mengusulkan mekanisme verifikasi yang lebih ketat. Saat pendaftaran calon ke KPU, pihak kampus asal calon harus dihadirkan langsung untuk memverifikasi keaslian ijazah yang diajukan.
Artikel Terkait
Bripka AS Tersangka Pembunuh Mahasiswi UMM: Motif, Ancaman Hukuman Mati, dan Pemecatan
Prabowo: Menteri Serba Salah Turun ke Lokasi Bencana, Datang atau Tidak Selalu Dikritik
Luhut Binsar Pandjaitan Didesak Diperiksa Soal PT Toba Pulp Lestari, Dituding Picu Banjir Sumut
Hakim MK Anwar Usman Absen 81 Kali di 2025: MKMK Keluarkan Surat Peringatan