GELORA.ME -Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait sekitar 10 juta rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang diduga salah sasaran dengan total nilai mencapai Rp2 triliun menuai sorotan publik.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai hal ini sebagai potret sistem penyaluran bansos yang rentan terhadap penyimpangan.
"Temuan PPATK ini menggambarkan potret sistem penyaluran bansos yang rentan terhadap penyimpangan, mengindikasikan adanya potensi penyimpangan sistemik dan praktik terorganisir yang memanfaatkan celah dalam sistem penyaluran bansos," katanya seperti dikutip redaksi melalui akun X, Senin 7 Juli 2025.
Menurutnya, masalah ini bukan sekadar persoalan ketidaktepatan sasaran, tetapi sudah mengarah pada penyalahgunaan dana yang bertentangan dengan tujuan utama bansos.
Artikel Terkait
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Money Politic
Sidang Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun: Eksepsi Nadiem Makarim Ditolak, Lanjut ke Pembuktian
Momen Viral Staf Bersihkan Sepatu, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo
Influencer Kripto Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Diduga Rugikan Korban Rp 3 Miliar