"Senior maupun junior yang melihat prestasi Prof Bus selama ini, melihat ketidakadilan yang nyata, kesalahan sebesar apa yang mengharuskan sampai dia diturunkan secara mendadak dari jabatannya?" sesalnya.
"Kita sedih karena kampus seakan-akan mau dikekang mau diberangus kemampuan dan nilai-nilai akademiknya," pungkas Prof Hafid.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Pilkada Campuran: Kelebihan, Kekurangan, dan Ancaman Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini
KUHP Baru 2026: Ancaman Hukuman Penjara 3 Tahun untuk Penghinaan Presiden di Medsos
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur Pantau APBN 2025, Defisit Diprediksi Melebar
Iwakum Kecam Teror pada Pegiat Medsos & Aktivis: Upaya Pembungkaman Kritik di Indonesia