"Kalau Ridwan Kamil dipasangkan dengan AHY, tentu pasangan ini punya nilai jual. Peluang menang masih terbuka karena masih kompetìtif bila berhadapan dengan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto atau Anies-Cak Imin," tuturnya.
Lebih lanjut, Jamiluddin memandang keputusan Demokrat sudah tepat mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan, dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
"Jadi, kalau poros Demokrat dan Golkar dapat terbentuk, akan tetap dapat bersaing. Poros ini tidak akan menjadi pecundang bila menduetkan Ridwan Kamil-AHY," demikian Jamiluddin.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Luhut Pandjaitan Bantah Punya Saham Toba Pulp Lestari: Saya Jengkel, Mana Buktinya?
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Money Politic
Sidang Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun: Eksepsi Nadiem Makarim Ditolak, Lanjut ke Pembuktian
Momen Viral Staf Bersihkan Sepatu, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo