Bagi Gibran, restu dari warga adalah hal utama, bukan semata-mata karena restu Presiden Joko Widodo sebagai ayah.
"Yang merestui itu warga, bukan Pak Jokowi," jelas Gibran.
Di sisi lain, politisi PDIP ini memastikan tidak mau intervensi atas keputusan sang adik. Termasuk dalam menentukan partai politik sebagai kendaraannya.
"Takon Kaesang (tanya Kaesang), mau beda partai, beda wilayah, terserah dia," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Pilkada Campuran: Kelebihan, Kekurangan, dan Ancaman Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini
KUHP Baru 2026: Ancaman Hukuman Penjara 3 Tahun untuk Penghinaan Presiden di Medsos
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur Pantau APBN 2025, Defisit Diprediksi Melebar
Iwakum Kecam Teror pada Pegiat Medsos & Aktivis: Upaya Pembungkaman Kritik di Indonesia