“Bisnis the real president ini bakal menggelembung,” ujar Gigin, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @giginpraginanto pada Rabu (14/6/2023).
Seandainya presiden 2024 masih orangnya, bukan tak mungkin kekuasaan dan kekayaan Luhut akan semakin membengkak.
“Kalau presiden mendatang masih dalam genggamannya, kekuasaan dan kekayaannya bakal lebih membengkak lagi, apalagi bila para bos Parpol makin rajin menjilat,” ujar Gigin.
Sementara itu, terkait emisi karbon, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengklaim bahwa kendaraan listrik tetap berkontribusi menguranginya meski Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara masih menjadi sumber energinya.
"Perbedaan besarnya terletak pada emisi yang dihasilkan. Hitungannya, 1 liter bensin jika dibakar akan mengeluarkan 2,3 kg CO2. Sedangkan pada mobil listrik yang diasumsikan menggunakan energi 100% dari PLTU hanya akan menghasilkan emisi sebanyak 1,2 kg CO2. Why? Karena tadi, combustion engine itu tidak terlalu efisien," jelas Rachmat mencontohkan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Sekarang, Mana yang Lebih Matang?
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Dicecar DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya
Prodem Ingatkan Prabowo: Bahaya Pemindahan Polri dari Bawah Presiden | Analisis Lengkap