Kinerja positif saham-saham ini didorong langsung oleh reboundnya harga emas spot (XAU/USD). Harga emas berhasil bangkit 0,42% ke level USD 3.969 per ons, menghentikan rangkaian penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Sentimen pasar kembali membaik seiring dengan fokus investor yang tertuju pada keputusan suku bunga The Fed (Federal Reserve) yang dijadwalkan diumumkan hari ini, waktu AS. Pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell juga dinantikan untuk memberikan sinyal arah kebijakan moneter ke depan.
Prospek Harga Emas dan Faktor Pendukung
Meski ada harapan untuk kesepakatan dagang AS-China yang dapat menekan emas sebagai safe-haven, logam mulia ini masih mencatatkan tren bullish yang kuat. Harga emas berada di jalur kenaikan bulanan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dan telah menguat sekitar 50% sepanjang tahun 2025.
Kenaikan ini ditopang oleh beberapa faktor kunci:
- Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
- Aksi beli agresif dari berbagai bank sentral dunia.
- Kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya