Upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan membuahkan hasil, ditandai dengan penurunan biaya usaha sebesar 12 persen menjadi USD 74,72 juta (Rp1,25 triliun). Meskipun masih menanggung beban keuangan dan rugi dari entitas asosiasi, dampak positif dari restrukturisasi memberikan kontribusi sebesar USD 156,74 juta (Rp2,58 triliun) bagi keuangan perseroan.
Strategi dan Komitmen Ke Depan
Memasuki tahun 2025, Krakatau Steel terus melanjutkan transformasi bisnis dengan mengoperasikan fasilitas Hot Strip Mill (HSM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan bisnis jangka panjang perusahaan.
Fedaus menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat kinerja di segmen baja dan non-baja, serta memastikan fasilitas HSM beroperasi secara optimal untuk mendukung kinerja yang berkelanjutan di masa depan.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya