Kacar ruang SPKT Polres Tarakan dan 2 kaca ruangan Kapolres Tarakan AKBP Adi Saptia Sudirna juga rusak.
Selain itu, 1 pintu kaca ruang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga rusak.
Pada penyerangan di Mako Polres Tarakan ini, para pelaku diduga menggunakan berbagai alat untuk melakukan serangan, mulai dari batu, kayu, besi, serta diduga membawa senjata api laras pendek (airsoft gun) dan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit.
Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Kav. Kristiyanto membenarkan peristiwa tersebut.
"Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri," kata Kristiyanto saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co di Makodam IV Mulawarman Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (25/2/2025).
"Namun, itu masih dugaan dan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut," imbuhnya.
Kristiyanto menjelaskan, Pangdam VI Mulawarman telah berkoordinasi dengan Kapolda Kaltara, serta Danrem 092 yang membawahi wilayah Tarakan, untuk menyelesaikan kasus ini.
Oknum-oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan kini telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Subdenpom di Tarakan.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya akan kami informasikan kemudian," ujar Kristiyanto.
Salah paham
Kodam VI/Mulawarman melakukan koordinasi dengan Polres Tarakan terkait insiden penyerangan yang diduga dilakukan sejumlah oknum TNI.
Menurut Kolonel Kav Kristiyanto, peristiwa itu merupakan kesalahpahaman semata.
Ia menyampaikan bahwa kejadian ini bukan merupakan peristiwa yang disengaja ataupun bersifat institusional.
"Ini murni kesalahpahaman antar individu, bukan masalah antar institusi. TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan," kata dia.
Kodam VI/Mulawarman bersama Korem 092/Mrl dan Brigif 24/BC telah mengambil langkah cepat dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini secara profesional.
"Seluruh pihak termasuk jajaran Polres Tarakan telah berkoordinasi dan melaksanakan mediasi," ucap Kristiyanto.
Pascaperistiwa itu, Danyonif 613/Rja sebagai satuan induk telah menggelar apel luar biasa dan melakukan pemeriksaan terhadap personel yang diduga terlibat.
Dansat Brimob Polda Kaltara, Danrem 092/Mrl, Danbrig 24/BC, serta Dandim 0907/ Tarakan juga telah melaksanakan koordinasi intensif guna menjaga soliditas TNI-Polri di wilayah Kalimantan Utara
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap & Motif Pembunuhan Alvaro Kiano oleh Ayah Tiri, Alex Iskandar
TNI AL Sergap 2 Kapal Pengangkut Nikel Ilegal di Konawe Utara, Ini Fakta-Faktanya
Banjir dan Longsor Sumut 2025 Tewaskan 17 Jiwa, Ini Daftar Daerah Terdampak
Pemerkosaan di Kantor Dinas Pariwisata Mamuju: Kronologi & Pelaku Ancam Bunuh Korban