Situasi ini terlihat aneh, di mana Eggi Sudjana yang awalnya mengajak Roy Suryo sebagai tim ahli, memilih berdamai dengan Jokowi, lalu justru melaporkan mantan sekutunya. Sementara Damai Hari Lubis terlihat memiliki dinamika tersendiri dengan Ahmad Khozinudin sebagai sesama pengacara.
Peran Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin diakui sebagai kunci bertahannya kasus ijazah ini hingga kini, berkat keahlian teknis dan ketangguhan pembelaan hukum mereka yang konsisten.
Strategi Pengalihan yang Menguntungkan?
Pasca pertemuan di Solo dan terbitnya SP3, situasi sangat menguntungkan pihak Jokowi. Fokus publik dan proses hukum terhadap inti kasus ijazah nyaris ter-skoring atau terhenti. Namun, banyak pihak mulai mengingatkan agar semua kembali ke pokok persoalan utama.
Langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, jika dilihat dalam polarisasi politik saat ini, berpotensi membatasi panggung mereka sendiri dan justru mengaburkan posisi mereka di mata publik.
Kesimpulan: Kembali ke Laptop
Meski strategi pengalihan isu lewat SP3 ini tampak efektif untuk sementara, tuntutan untuk "kembali ke laptop" – fokus pada investigasi substansi keaslian ijazah – akan terus mengemuka. Kejelasan hukum dan fakta mengenai dokumen pendidikan presiden tetap menjadi tuntutan publik yang tidak boleh tenggelam.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir