Rustam Effendi Tolak Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan dan Risikonya

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:25 WIB
Rustam Effendi Tolak Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan dan Risikonya

Dengan menolak RJ, Rustam Effendi bersama dua rekannya dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) masih berstatus tersangka. Mereka menghadapi kemungkinan proses hukum berlanjut hingga ke persidangan, dengan risiko pelimpahan berkas ke kejaksaan dan ancaman pidana. Rustam menyatakan kesiapan menerima semua risiko ini sebagai bentuk konsistensi perjuangan.

"Mungkin untuk Bang Eggi silakan, Bang DHL silakan, tapi kami dari TPUA tiga orang ini sepakat kita maju terus, apapun risikonya," ungkapnya. Sikap ini menandai perpecahan di internal TPUA dan dipandang sebagai langkah konfrontatif yang sarat pernyataan politik.

Mengungkap 'Orang Besar' di Balik Kasus Ijazah Jokowi

Rustam Effendi juga mengklaim mengetahui identitas 'orang besar' yang disebut-sebut Presiden Jokowi berada di balik kasus ini. Menurutnya, sosok tersebut bukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau partai politik, melainkan Eggi Sudjana sendiri.

"Ada orang besar di belakang TPUA... orang besar itu ada di TPUA namanya Eggi Sudjana," kata Rustam. Ia menegaskan bahwa Eggi Sudjana adalah figur yang selama ini aktif menggugat keaslian ijazah Jokowi.

Pernyataan dan Respons Presiden Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyatakan keyakinannya bahwa isu ijazah palsu adalah bagian dari agenda politik yang dijaga agar tetap hidup. Ia memilih jalur hukum untuk membuktikan keaslian dokumen pendidikannya dan menantang pihak yang menuduh untuk membuktikan klaim mereka di pengadilan.

Jokowi juga mengajak publik untuk tidak teralihkan oleh isu yang dianggapnya remeh di tengah tantangan global yang lebih besar, seperti perubahan iklim dan perkembangan teknologi artificial intelligence.

Halaman:

Komentar