Pertimbangan Aspek Fiskal dan Koordinasi Lintas Kementerian
AHY mengungkapkan, dalam mencari solusi restrukturisasi utang Whoosh, pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek kompleks. Salah satu yang utama adalah dampaknya terhadap keamanan fiskal negara dan hubungan dengan pihak Tiongkok sebagai mitra pendanaan.
"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelas AHY.
Koordinasi tidak hanya dilakukan dengan Kementerian Keuangan, tetapi juga dengan Kementerian Perhubungan, Danareksa, serta PT KAI yang merupakan salah satu pemegang saham di PT KCIC.
Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat
Sebagai langkah konkret dan strategis, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini memiliki dua tugas utama:
- Menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB.
- Mengkaji rencana ekspansi atau pengembangan proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya.
Profil Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dibangun dengan total investasi mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman yang diberikan oleh China Development Bank.
Artikel Terkait
Klaim Dewan Perang Rahasia Eropa & Ancaman Perang Dunia 3: Fakta atau Fiksi?
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan dan Penyebab Pencabutannya
Kecelakaan Pesawat ATR di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tapi Tetap Harap Mukjizat
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Analisis Lengkap & Fakta SP3