Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi Pemerintah & Dampaknya

- Rabu, 21 Januari 2026 | 07:50 WIB
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi Pemerintah & Dampaknya

Pemerintah Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh, AHY: Kami Cari Solusi Terbaik

Pemerintah Indonesia masih melakukan pembahasan intensif untuk menemukan solusi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pembahasan terkait restrukturisasi keuangan Whoosh dilakukan AHY bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa 20 Januari 2026. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan hati-hati.

Pemerintah Hati-hati dalam Proses Restrukturisasi

AHY menyatakan bahwa pemerintah memilih bersikap hati-hati dalam proses restrukturisasi utang kereta cepat Whoosh. Tujuannya adalah agar keputusan akhir yang diambil tidak merugikan berbagai pihak yang terlibat.

"Kami membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik," kata AHY kepada para wartawan.

Permintaan Khusus Presiden Prabowo Subianto

Proses restrukturisasi ini mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar persoalan keuangan Whoosh dapat diselesaikan dengan baik, mengingat kinerja operasional KCJB yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dinilai cukup positif.

Kinerja positif tersebut ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang sejak dioperasikan. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan solusi keuangan tidak mengganggu operasional dan perkembangan proyek strategis ini.

Halaman:

Komentar