Kebijakan "nativistik" Presiden Donald Trump dinilai merendahkan institusi Eropa, memaksa benua biru memikirkan "NATO Eropa" tanpa Washington.
Menghadapi Ancaman Nyata dari Rusia
Ketiadaan jaminan AS menjadi krusial mengingat kekuatan militer Rusia yang telah beralih ke mode ekonomi perang penuh. Rusia pada 2026 memiliki keunggulan jumlah personel berpengalaman tempur dan produksi amunisi.
Sebanyak 8 dari 10 warga Jerman yakin Vladimir Putin tidak berniat damai dan berpotensi memperluas perang ke negara NATO pada 2029.
Sejarah Kekuatan Militer Jerman: Dari PD I hingga Pasifisme
Jerman memiliki sejarah militer yang kuat. Pada Perang Dunia I, mereka adalah kekuatan darat dominan dengan doktrin terorganisir dan teknologi artileri berat Krupp.
Pasca kekalahan di PD II, Jerman mengalami de-militerisasi total dan fokus pada "Keajaiban Ekonomi". Selama Perang Dingin, Bundeswehr dibentuk dengan kontrol sipil ketat, menciptakan budaya pasifisme yang kuat.
Titik Balik: Invasi Rusia ke Ukraina dan Zeitenwende
Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 menjadi titik balik dramatis (Zeitenwende). Di bawah kepemimpinan Kanselir Olaf Scholz dan Friedrich Merz, Jerman membuang pasifisme.
Dengan anggaran rekor, Jerman beralih dari "raksasa ekonomi yang kerdil militer" menjadi pemimpin pertahanan Eropa, menandai era baru tanggung jawab keamanan kolektif.
Artikel Terkait
Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Masih Aktif: Data Langkah Kaki Terus Bertambah Pasca Kecelakaan ATR 42-500
Smartwatch Copilot ATR 42-500 Catat Ribuan Langkah Pascakecelakaan, Ada Harapan Baru?
Wali Kota Madiun Maidi Ditangkap KPK: Dugaan Fee Proyek & CSR, Kekayaan Rp16,9 M
Timothy Ronald Dilaporkan Agnes Stefani ke Polisi, Rugi Rp1 Miliar dari Trading Crypto