Filosofi "Gajah Mati" dan Warisan yang Ditinggalkan
Peribahasa "gajah mati meninggalkan gading" mengingatkan bahwa setiap pemimpin akan dikenang dari warisan dan jasanya. Dalam konteks ini, warisan yang harus ditinggalkan adalah kebijakan kehutanan yang pro-lingkungan, yang menyelamatkan habitat dan menjaga keseimbangan alam untuk generasi mendatang. Keunggulan seseorang, bagai gading gajah, jangan justru menjadi bumerang yang merusak.
Keputusan Kritis untuk Masa Depan Hutan Indonesia
Keputusan untuk membatalkan izin konsesi lahan industri ekstraktif yang merusak ada di tangan Menteri Kehutanan. Keputusan ini tidak hanya menentukan nasib gajah Sumatera, tetapi juga masa depan hutan Indonesia dan legitimasi politik. Sikap tegas dan berani yang mengutamakan ekologi akan menjadi penanda kepemimpinan sejati.
Pelajaran dari gajah yang menjauh untuk mati dengan penuh martabat mengajarkan tentang kepedulian dan tanggung jawab. Saatnya kebijakan kehutanan mencerminkan kearifan tersebut, dengan menjauhkan diri dari kepentingan perusak dan memilih jalan penyelamatan.
Aktif di Forum Partisipasi Lingkungan Pesisir, Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI).
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan