Fokus pada Kesepakatan Pertahanan dan Normalisasi
Presiden Trump, dalam pernyataannya, mengonfirmasi rencana untuk menyetujui penjualan jet tempur canggih F-35 ke Arab Saudi. Keputusan ini, jika terealisasi, akan menjadi perubahan kebijakan signifikan dan mempengaruhi keseimbangan militer di Timur Tengah.
AS dan Saudi dikabarkan tengah membicarakan pakta pertahanan yang diratifikasi Kongres. Namun, Washington diyakini menetapkan syarat, yaitu normalisasi hubungan Saudi dengan Israel. Pihak Saudi secara konsisten menolak langkah normalisasi hingga Palestina mendapatkan kemerdekaan.
Seperti dikutip dari analis, "Trump menginginkan normalisasi dan Arab Saudi menginginkan pakta pertahanan penuh, tetapi keadaan tidak memungkinkan. Pada akhirnya, diplomasi akan menemukan titik tengah."
Visi 2030 dan Persaingan Teknologi Regional
Di luar isu pertahanan, kunjungan MBS juga didorong oleh Visi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi. Riyadh disebut sangat ingin mencapai kesepakatan di bidang energi nuklir sipil dan kecerdasan buatan (AI).
Akses ke chip komputer canggih sangat penting bagi Saudi untuk bersaing dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah lebih dulu memantapkan diri di sektor teknologi. Kesepakatan nuklir sipil dengan AS juga akan menyamakan posisi Saudi dengan UEA dan Iran di kancah regional.
Kunjungan MBS ke AS ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara, dengan kedua pihak berusaha "bergerak maju" dari masa lalu dan memfokuskan pada kepentingan strategis dan ekonomi bersama di tengah dinamika Timur Tengah yang kompleks.
Artikel Terkait
Atalia Praratya Buka Suara Soal Isu Lisa Mariana & Aura Kasih di Balik Cerai Ridwan Kamil
Partai Demokrat Bantah Roy Suryo Kader dan SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi
Partai Demokrat Somasi Akun Medsos Tuding SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi: Respons & Klarifikasi
ICW Beberkan Afiliasi Politik di Balik Program Makan Bergizi Gratis: Gerindra Paling Dominan