Adi menjelaskan lebih lanjut bahwa partai politik memiliki beban administratif yang tidak ringan. Sebuah partai harus terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM serta membangun struktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Selain itu, tujuan utama partai politik adalah untuk bersaing dalam Pemilu, yang merupakan arena kompetisi yang sangat ketat dan penuh tantangan. “Itu butuh nyali besar yang saya kira tidak gampang dimiliki oleh siapapun,” tegas Adi.
Pertanyaan Publik dan Jawabannya
Dalam konteks ini, Adi menilai wajar jika publik mempertanyakan mengapa Projo, yang sering mengklaim diri sebagai relawan paling solid dan militan, belum juga mengonversi kekuatannya menjadi partai politik. Ia menyimpulkan bahwa inti permasalahannya terletak pada faktor keberanian.
“Kalau ini yang terjadi, tentu ini soal nyali,” pungkasnya.
Dengan demikian, meskipun memiliki modal dan jaringan yang kuat, langkah Projo untuk menjadi partai politik masih terhambat oleh kompleksitas dan tantangan besar yang mengharuskan adanya 'nyali' politik yang luar biasa.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002: Fakta, Lokasi, & Kaitannya
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Harus Konversi ke SHM
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel, Benarkah?