Kritik Ekonom: Whoosh Bukan Investasi Sosial, Tapi Potensi Beban bagi KAI
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kembali menuai sorotan. Di tengah isu beban utang, seorang ekonom melontarkan kritik pedas terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Whoosh sebagai "investasi sosial".
Whoosh Dinilai Sebagai Investasi Beban, Bukan Sosial
Herry Gunawan dari NEXT Indonesia Center menolak klaim bahwa Whoosh adalah investasi sosial. Ia justru menilai proyek kereta cepat ini berpotensi menjadi "investasi beban" yang dapat membebani PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menurut Herry, indikator investasi sosial seharusnya terlihat dari dampak positif bagi masyarakat umum, khususnya kelas rentan miskin. Namun dengan harga tiket mencapai Rp250 ribu perjalanan, manfaat Whoosh hanya dinikmati kalangan menengah ke atas.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina